MASYAALLAH ! LEBAH PESELANCAR KELAS DUNIA


KEKUATAN LEBAH YANG JARANG DIUNGKAP

Lebah Peselancar Kelas Dunia



Di luar bunga penyerbuk, lebah pekerja - yang semuanya betina - diberi tugas mencari air untuk mendinginkan sarang mereka. Tetapi jika mereka jatuh ke kolam, sayap mereka menjadi basah dan tidak bisa digunakan untuk terbang. Sebuah tim peneliti di California Institute of Technology (Caltech) menemukan bahwa ketika lebah jatuh ke badan air, mereka dapat menggunakan sayap mereka untuk menghasilkan riak dan meluncur ke arah para peselancar mirip daratan yang mereka ciptakan dan kemudian menaiki ombak mereka sendiri. 

"Ketika mereka jatuh ke dalam air, mereka harus menemukan cara untuk sampai ke pantai sebagai masalah bertahan hidup," kata Chris Roh, seorang insinyur peneliti Caltech dan penulis utama studi ini, yang diterbitkan Senin di Prosiding National Academy of Sciences, National Academy of Sciences. “It’s a ‘to bee or not to bee’ situation.” 

Seperti peneliti ilmiah lainnya -Isaac Newton’s apple or Benjamin Franklin’s lightning bolt, percobaan Mr Roh dimulai dengan berjalan-jalan. Melewati Caltech's Millikan Pond pada tahun 2016, ia mengamati seekor lebah di permukaan gelombang yang menghasilkan air. Dia bertanya-tanya bagaimana seekor serangga yang dikenal bisa terbang melalui air. 

Roh dan rekan penulisnya Morteza Gharib, seorang profesor ilmu aeronautika dan bio-inspired engineering Caltech, menggunakan jaring kupu-kupu untuk mengumpulkan lebah madu Pasadena lokal dan mengamati gerakan mereka yang seperti berselancar. 

Para peneliti membuat kawat harness untuk membatasi gerak tubuh masing-masing lebah, memungkinkan pemeriksaan dekat sayap mereka. Mereka menemukan bahwa lebah menekuk sayapnya pada sudut 30 derajat, menarik air dan menghasilkan dorongan ke depan. Lebah terjebak di permukaan karena air kira-kira tiga kali lipat lebih padat daripada udara. Tapi bobot itu membantu mendorong lebah maju ketika sayapnya mengepak. Ini adalah latihan yang berat bagi lebah, yang diperkirakan oleh para peneliti dapat bertahan sekitar 10 menit. 

Para peneliti mengatakan gerakan seperti berselancar belum didokumentasikan pada serangga lain dan sebagian besar serangga semi-akuatik menggunakan kaki mereka untuk propulsi, yang dikenal sebagai water-walking. Mereka berspekulasi tentang lebah, mereka berspekulasi, sehingga para lebah pekerja bisa mengumpulkan cairan tanpa terjebak di dalam air dan mati. Gerak terdekat terlihat pada lalat batu, tetapi gerakan mereka lebih seperti mengayuh daripada berselancar. 

Roh dan Gharib berencana menggunakan pengamatan mereka untuk merancang robot yang mampu melintasi langit dan laut. Mereka telah membuat model mekanis yang mensimulasikan gerakan selancar lebah. Selanjutnya, mereka akan membuat satu cahaya cukup untuk terbang. 

Howard Stone, seorang profesor teknik mesin dan kedirgantaraan di Princeton, mengatakan alam adalah panduan yang membantu untuk inovasi teknologi karena "evolusi telah bertahun-tahun untuk mencoba solusi". 

Laboratorium Mr Gharib sebelumnya telah mempelajari penggerak bawah air dengan melihat ubur-ubur, dan pemanenan energi dengan melihat dedaunan yang berdesir ditiup angin. Dia membayangkan banyak aplikasi praktis untuk berselancar lebah. 

"Anda bisa membayangkan sistem amfibi yang bisa bergerak di permukaan air dan terbang tanpa kesulitan," kata Gharib. "Ini bisa berguna untuk pencarian dan penyelamatan, atau untuk mendapatkan sampel permukaan laut, jika Anda tidak dapat mengirim kapal atau helikopter." 

Bagi anda yang belum pernah melihat bagaimana lebah mempertahankan diri ketika terjatuh ke dalam air, bisa melihat pada link video di bawah ini.


Lebah yang tenggelam dapat berselancar ke tempat aman di atas gelombang yang mereka ciptakan 

Ketika lebah mendarat di air, cairan itu menempel di sayapnya dan karenanya mereka tidak bisa terbang dengan cepat. Untuk menguji bagaimana lebah dapat melarikan diri dari situasi seperti itu, para peneliti mengambil satu panci air, yang mereka biarkan diam. Mereka menempatkan lebah di air dan mengarahkan cahaya ke tubuh mungil mereka sehingga mereka akan membuang bayangan di wadah. 

Tim di belakang penelitian, yang diterbitkan dalam jurnal PNAS, menyaksikan lebah menggunakan sayap mereka untuk menciptakan gelombang yang mendorong mereka maju. Gelombang-gelombang ini berkumpul di belakang lebah, tetapi membentuk jalan di depan lebah dengan jelas. Ini mendorong lebah untuk bergerak ke depan. 


Lebah melakukan ini dengan melengkungkan sayapnya ke bawah dan mendorong air, sebelum melengkung ke atas. Saat setengah bagian bawah sayap didorong ke depan, bagian atas sayap tetap kering. Serangga berenang bersama seperti ini sampai mereka mencapai tepi air dan bisa terbang. 

Prosesnya, yang dikenal sebagai hydrofoiling, melelahkan dan lebah dapat mempertahankannya selama sekitar 10 menit, menurut penulis. 

Rekan penulis studi, Chris Roh, seorang insinyur riset di California Institute of Technology, mengatakan kepada Newsweek bahwa pola gelombang itu "mengejutkan dan indah." 

"Lebah menunjukkan kepada kita bahwa sistem sayap yang mengepak adalah alat yang layak untuk berenang di permukaan air. Ini adalah prestasi biologis, mengingat kerapatan air tiga kali lebih padat daripada udara," katanya. 

Ditanya bagaimana temuan ini berkontribusi pada pemahaman lebah yang lebih luas, Roh mengatakan: "Lebah madu perlu mengumpulkan air untuk mendinginkan sarang mereka. Ketika mengumpulkan air, lebah terkena banyak risiko. 

"Temuan kami menunjukkan bagaimana mereka bisa bertahan hidup ketika mereka jatuh di permukaan air. Mereka tidak dapat membebaskan sayap mereka untuk mendapatkan kembali kemampuan aerodinamik yang hilang, tetapi penelitian menunjukkan bahwa mereka dapat menggunakan dorongan hidrodinamik untuk pergi ke pantai dan menarik diri mereka keluar." 

"Awalnya saya tidak tahu bahwa pola gelombang dihasilkan oleh lebah. Saya melihat lebih dekat ke permukaan air, dan ada seekor lebah madu yang berjuang untuk berenang di permukaan air," kenang Roh. "Saya sangat tertarik dengan pola gelombang yang mereka hasilkan dan mekanisme berenang mereka. Jadi saya membawa lebah kembali ke laboratorium dan menunjukkannya kepada penasihat saya, [rekan penulis studi] profesor Mory Gharib. Dia langsung berada di atas kapal untuk mempelajari tampilan penggerak yang menarik ini, "katanya. 

Roh menyimpulkan: "Kehidupan serangga yang berseni seringkali tidak diperhatikan. Ketika kita melihat lebih dekat kehidupan mereka, ada banyak pelajaran yang bisa dipelajari dalam keindahan mereka."

Disarikan dari berbagai sumber.

MasyaAllah! Atasi masalah Lalat hanya dengan seutas tali

Kendalikan Populasi Lalat Dengan Tali


Dari judul postingan di atas anda sudah bisa menebak sekilas apa yang akan saya bahas disini yaitu Lalat dan Tali.

Ini adalah sebuah keajaiban dalam ilmu entomologi kesehatan, buat anda para entomolog kesehatan atau yang pernah belajar tentang bionomik lalat di bangku kuliah atau pelatihan, anda akan mudah memahami prinsip kerja dari metode pengendalian lalat ini.

Namun bagi anda yang tidak familiar dengan prilaku lalat secara detail namun sangat bermasalah (baca: merasa terganggu) dengan populasi lalat yang banyak di sekitar anda, juga bisa mempraktekkan langsung apa yang nanti saya sampaikan selanjutnya, karena konsep pengendalian lalat yang saya tawarkan ini InsyaAllah sangat simpel, mudah, efektif, efisien untuk dilakukan dan yang paling utama adalah tidak menggunakan racun/insektisida.

Macam-Macam Teknik Pengendalian Vektor dan Binatang Pengganggu


Dalam ilmu entomologi kesehatan kita kenal teknik pengendalian vektor dan binatang pengganggu itu dibagi ke dalam beberapa metoda:

1. Pengendalian secara Fisik
2. Pengendalian secara Kimia
3. Pengendalian secara Biologi

Kita tidak lagi membahas tentang apa pengertian dari ketiga metoda di atas namun disini kita fokus kepada teknik pengendalian lalat dengan menggunakan tali yang dapat kita kategorikan kedalam gabungan kedua teknik pengendalian yaitu teknik pengendalian lalat secara fisik dan kimia.

Mengapa kita kategorikan ke dalam teknik pengendalian secara Fisik dan Kimia, alasan utama adalah karena pada saat yang bersamaan ketika kegiatan ini dilakukan kita memanfaatkan kebiasaan lalat yang sangat suka "bergantungan" atau hinggap di tali dan permukaan tajam dan juga menggunakan bahan kimia berupa lem (perekat lalat).

Alat dan Bahan Yang Digunakan


Adapun alat dan bahan yang kita gunakan sangat sederhana namun InsyaAllah sangat ampuh dalam mengatasi masalah populasi lalat di sekitar kita (rumah, warung, toko, restoran bahkan kandang dan tempat peternakan anda sekalipun).
Catat dan Ingat alat dan bahannya:
1. Tali (bisa apa saja yang penting tidak terlalu ringan sehingga selalu bergoyang dan lalat susah hinggap)
2. Lem perekat lalat (bukan kertas perekat lalat ya)
3. Gunting/ Pisau

Cara Pelaksanaannya

Untuk cara pelaksanaan sangat mudah dilakukan hanya dengan mengikuti tahap tahap berikut ini:
1. Tentukan lokasi ruangan yang akan dilakukan pengendalian, hitung luas ruangan secara kasar/ prediksi aja.
2. Potong tali sepanjang kira kira 1 meter.
3. Masukkan tali tersebut kedalam lem perekat lalat kira kira sepanjang 90 cm (sisa 10 cm untuk pengikat dan tempat pegangan.
4. Pastikan semua permukaan tali tersebut sudah basah dengan lem perekat lalat (bagian 90 cm).

Lokasi Pengendalian Lalat dan Cara Menggunakan Tali 


1. Rumah, rumah makan, restoran, warung, kantor, terminal dan lain lain (tempat keramaian orang)
  • Gantung kan tali tersebut kira kira di atas kepala orang dewasa (lebih kurang 2 m dari lantai) 
  • Gantung kan tali  di tempat tempat yang nampak banyak lalatnya
  • Jumlah tali yang digantung minimal 1 tali / 1 m2.
2. Kandang dan tempat peternakan (bukan tempat keramaian orang)
  • Buatkan tali gantungan seperti tali jemuran beberapa tali, diikat kira kira di atas hewan ternak kita (sesuaikan dengan luas kandang dan hewan ternak yang kita pelihara).
  • Gantung kan tali yang sudah dilumuri dengan lem tersebut pada tali yang dibuat sebelumnya (kira kira masih memudahkan kita akses memberi pakan hewan ternak kita).
  • Jumlah tali yang digantung minimal 1 tali / 50 cm2.
Video dibawah ini memperlihatkan bagaimana cara pengendalian lalat ini di peternakan ayam dengan menggunakan tali :
Kapan dilakukan pergantian lem?
Pergantian Lem perekat lalat dapat diganti.ketika seluruh permukaan tali sudah penuh dengan lalat atau ketika bahan perekat nya sudah tidak efektif lagi untuk melengketkan lalat disitu.

Kapan dilakukan pergantian tali?
Pergantian tali tidak perlu dilakukan kecuali untuk alasan estetika dan saat kepadatan lalat tidak lagi menjadi masalah di tempat anda.

Selamat Mencoba, Semoga bermanfaat dan ingat!! Banyak Yang Sudah Berhasil bebas dari gangguan lalat dengan metoda di atas.

Contoh Laporan Pengendalian Vektor Embarkasi dan Debarkasi Haji Tahun 2019

PENGENDALIAN VEKTOR PADA MUSIM HAJI 

EMBARKASI DAN DEBARKASI  ACEH 2019





1. Pengendalian Vektor di Asrama Haji Banda Aceh

Pengendalian Vektor di Asrama Haji Banda Aceh pada saat Embarkasi dilakukan dengan beberapa kegiatan diantaranya :


a. Pengamatan dan pengendalian jentik nyamuk Aedes

   Pengamatan/survey dan pengendalian jentik nyamuk Aedes sudah mulai dilakukan pada saat pra embarkasi yaitu seminggu sebelum pelaksanaan embarkasi haji. Pengamatan dilakukan diseluruh bangunan di lingkungan Asrama Haji, di dalam maupun di luar bangunan dengan cara observasi pada seluruh tempat-tempat penampungan air; bak mandi, bak wc, drum, ember,  dispenser, kaleng bekas, botol bekas dll. Pengamatan dilakukan dengan melihat keberadaan jentik Aedes secara detail setiap container (tempat penampungan air) yang ditemukan. Hasil yang didapatkan diisi kedalam form pengamatan jentik Aedes sesuai SOP. Setelah selesai seluruh bangunan diperiksa baik di luar maupun di dalam bangunan kemudian dilakukan perhitungan tingkat kepadatan jentik Aedes. Setelah didapatkan hasil pengamatan dan dibuatkan dalam bentuk laporan hasil pengamatan jentik dan terakhir pembuatan surat rekomendasi tindak lanjut. 


b. Pengendalian nyamuk dewasa (Pengasapan/Fogging)


   Kegiatan Fogging (Pengasapan) ini dilakukan setelah terlebih dahulu dilakukan survey atau pengamatan jentik nyamuk dan survey nyamuk dewasa. setelah indeks kepadatan jentik didapatkan dan diketahui melebihi standar yang dibenarkan maka dilakukan upaya pengendalian nyamuk dengan pengasapan (fogging). Fogging ini diharapkan nyamuk infektif dewasa (vektor) dapat diputuskan mata rantainya sehingga tidak terjadi penularan penyakit dari dan oleh vektor dimaksud di wilayah pengendalian. 
     

c. Pengamatan dan pengendalian tikus

      Pengamatan dan pengendalian tikus, kegiatan ini dimulai dengan dilakukan pengamatan tanda tanda keberadaan tikus di seluruh ruangan/bangunan di asrama haji, terutama di tempat penginapan (Gedung Madinatul Hujjaj dan Muzdalifah) dan juga dapur asrama haji, setelah dilakukan pengamatan tanda tanda keberadaan tikus dan diketahui tempat tempat yang terdeteksi keberadaan tikus, kegiatan selanjutnya adalah dilakukan pemasangan perangkap tikus sebagai upaya pengendalian tikus di lingkungan asrama haji Banda Aceh. Dari hasil pengamatan awal dan tanya jawab dengan petugas room boy didapatkan bahwa di gedung Madinatul Hujjaj paling banyak terdapat tanda-tanda kehidupan tikus karena banyak taik tikus ditemukan di lantai, ada lobang dari sudut langit-langit (loteng) dan juga ada beberapa sofa yang lobang bekas gigitan tikus.
        Pengendalian tikus dengan pemasangan perangkap dilakukan di Gedung Asrama Jamaah Laki-Laki (Madinatul Hujjaj), Gedung Asrama Jamaah Perempuan (Muzdalifah) dan juga di Dapur Asrama Haji. Setelah dilakukan pemasangan perangkap 4 hari berturut-turut dan setiap malamnya dilakukan pemantauan perangkap untuk memastikan tikus yang tertangkap dan juga memastikan umpan yang digunakan harus diganti atau belum. Selama 4 hari pemasangan perangkap tidak ada tikus yang tertangkap. 





d. Pengamatan/survey nyamuk annopheles 

       Selain melakukan malakukan pengamatan jentik nyamuk Ae. aegypti juga dilakukan pengamatan/survey nyamuk Annopheles dewasa. Kegiatan ini dilakukan 1 minggu sebelum pelaksanaan Embarkasi Haji Banda Aceh. Kegiatan ini dilakukan mulai dari jam 18.00 s.d 24.00 dengan umpan badan. Kegiatan ini dilakukan untuk mengetahui keberadaan dan densitas nyamuk Annopheles dewasa di wilayah perimeter Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas III Banda Aceh pada saat operasional haji yaitu di Embarkasi Haji Banda Aceh. Dari pengamatan yang dilakukan oleh 8 orang petugas selama waktu tersebut di atas tidak ditemukannya nyamuk Annopheles dewasa, baik yang landing di badan maupun yang resting di dinding (MBR dan MHD = nol). 

e. Pengamatan dan pengendalian lalat 

    Pengamatan lalat dilakukan dengan menggunakan alat survey fly grill dan dilakukan dilokasi Dapur dan di TPS (Tempat Pembuangan Sampah Sementara). Pengamatan Lalat ini dilakukan setiap hari selama pelaksanaan Embarkasi Haji Banda Aceh. Setiap hari hasil dari pengamatan lalat di evaluasi oleh petugas entomolog yang ditunjuk. Apabila hasil pengamatan lalat didapatkan density lalat lebih dari nilai ambang batas sesuai PMK No. 50 tahun 2017 maka langsung dilakukan pengendalian dengan menggunakan insektisida khusus untuk lalat. Selain penggunaan insektisida lalat ini juga dilakukan upaya pencegahan dari akses lalat dengan menggunakan tirai di pintu masuk dapur sehingga menghalangi lalat untuk dapat masuk ke dapur. Selain kegiatan secara fisik di atas juga dilakukan upaya pengendalian lalat dengan menggunakan kertas perekat lalat, kertas perekat lalat ini disediakan oleh pemenang katering dan dilakukan oleh petugas kesehatan lingkungan di perusahaan katering tersebut dibawah bimbingan petugas kesehatan pelabuhan kelas III Banda Aceh. 

2. Pengendalian Vektor di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda







           Sama halnya dengan rangkaian kegiatan pengamatan dan pengendalian vektor di Asrama Haji Banda Aceh, kegiatan yang sama juga dilakukan di Bandara Internasional Iskandar Muda Blang Bintang Banda Aceh.
Kegiatan pengamatan dan pengendalian vektor yang dilakukan di Bandara Internasional Iskandar Muda Blang Bintang Banda Aceh dapat disebutkan sebagai berikut:
- Pengamatan dan Pengendalian vektor penyebab DBD/Yellow Fever
- Pengamatan/survey nyamuk Annopheles 
- Pengamatan dan Pengendalian vektor lalat
- Pengamatan dan Pengendalian vektor tikus
- Pengamatan dan Pengendalian Vektor di dalam Pesawat (Disinseksi)

         Khusus untuk kegiatan terakhir (Disinseksi Pesawat) biasanya langsung dilakukan oleh awak kabin atau crew pesawat yang bersangkutan dan bukti pelaksanaanya diberikan/ditunjukkan kepada petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan yang bertugas mengawasi vektor di pesawat tersebut. 

      Demikianlah rangkaian kegiatan pengamatan dan pengendalian vektor yang dilakukan petugas KKP Kelas III Banda Aceh selama pelaksanaan kegiatan embarkasi dan debarkasi Haji tahun 2019. 

KUASA ALLAH



KUASA ALLAH
SERANGGA DALAM AL QURAN


NYAMUK DALAM AL QURAN


-Surat Al-Baqarah, Ayat 26


إِنَّ ٱللَّهَ لَا يَسۡتَحۡيِۦٓ أَن يَضۡرِبَ مَثَلٗا مَّا بَعُوضَةٗ فَمَا فَوۡقَهَاۚ فَأَمَّا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ فَيَعۡلَمُونَ أَنَّهُ ٱلۡحَقُّ مِن رَّبِّهِمۡۖ وَأَمَّا ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ فَيَقُولُونَ مَاذَآ أَرَادَ ٱللَّهُ بِهَٰذَا مَثَلٗاۘ يُضِلُّ بِهِۦ كَثِيرٗا وَيَهۡدِي بِهِۦ كَثِيرٗاۚ وَمَا يُضِلُّ بِهِۦٓ إِلَّا ٱلۡفَٰسِقِينَ


(Bahasa Indonesia)
Sesungguhnya Allah tiada segan membuat perumpamaan berupa nyamuk atau yang lebih rendah dari itu. Adapun orang-orang yang beriman, maka mereka yakin bahwa perumpamaan itu benar dari Tuhan mereka, tetapi mereka yang kafir mengatakan: "Apakah maksud Allah menjadikan ini untuk perumpamaan?". Dengan perumpamaan itu banyak orang yang disesatkan Allah, dan dengan perumpamaan itu (pula) banyak orang yang diberi-Nya petunjuk. Dan tidak ada yang disesatkan Allah kecuali orang-orang yang fasik.


LALAT DALAM AL QURAN

-Surat Al-Hajj, Ayat 73

يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ ضُرِبَ مَثَلٞ فَٱسۡتَمِعُواْ لَهُۥٓۚ إِنَّ ٱلَّذِينَ تَدۡعُونَ مِن دُونِ ٱللَّهِ لَن يَخۡلُقُواْ ذُبَابٗا وَلَوِ ٱجۡتَمَعُواْ لَهُۥۖ وَإِن يَسۡلُبۡهُمُ ٱلذُّبَابُ شَيۡـٔٗا لَّا يَسۡتَنقِذُوهُ مِنۡهُۚ ضَعُفَ ٱلطَّالِبُ وَٱلۡمَطۡلُوبُ

                                                           (Bahasa Indonesia)
Hai manusia, telah dibuat perumpamaan, maka dengarkanlah olehmu perumpamaan itu. Sesungguhnya segala yang kamu seru selain Allah sekali-kali tidak dapat menciptakan seekor lalatpun, walaupun mereka bersatu menciptakannya. Dan jika lalat itu merampas sesuatu dari mereka, tiadalah mereka dapat merebutnya kembali dari lalat itu. Amat lemahlah yang menyembah dan amat lemah (pulalah) yang disembah.


RAYAP DALAM AL QURAN



-Surat Saba', Ayat 14


فَلَمَّا قَضَيۡنَا عَلَيۡهِ الۡمَوۡتَ مَا دَلَّهُمۡ عَلٰى مَوۡتِهٖۤ اِلَّا دَآ بَّةُ الۡاَرۡضِ تَاۡ كُلُ مِنۡسَاَتَهُ ۚ فَلَمَّا خَرَّ تَبَيَّنَتِ الۡجِنُّ اَنۡ لَّوۡ كَانُوۡا يَعۡلَمُوۡنَ الۡغَيۡبَ مَا لَبِثُوۡا فِى الۡعَذَابِ الۡمُهِيۡنِ

                                                           (Bahasa Indonesia)
Maka tatkala Kami telah menetapkan kematian Sulaiman, tidak ada yang menunjukkan kepada mereka kematiannya itu kecuali rayap yang memakan tongkatnya. Maka tatkala ia telah tersungkur, tahulah jin itu bahwa kalau sekiranya mereka mengetahui yang ghaib tentulah mereka tidak akan tetap dalam siksa yang menghinakan. 


LEBAH MADU DALAM AL QURAN



-Surat An-Nahl, Ayat 65

وَٱللَّهُ أَنزَلَ مِنَ ٱلسَّمَآءِ مَآءٗ فَأَحۡيَا بِهِ ٱلۡأَرۡضَ بَعۡدَ مَوۡتِهَآۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَأٓيَةٗ لِّقَوۡمٖ يَسۡمَعُونَ

(Bahasa Indonesia)
Dan Allah menurunkan dari langit air (hujan) dan dengan air itu dihidupkan-Nya bumi sesudah matinya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang mendengarkan (pelajaran).


-Surat An-Nahl, Ayat 69

ثُمَّ كُلِي مِن كُلِّ ٱلثَّمَرَٰتِ فَٱسۡلُكِي سُبُلَ رَبِّكِ ذُلُلٗاۚ يَخۡرُجُ مِنۢ بُطُونِهَا شَرَابٞ مُّخۡتَلِفٌ أَلۡوَٰنُهُۥ فِيهِ شِفَآءٞ لِّلنَّاسِۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَأٓيَةٗ لِّقَوۡمٖ يَتَفَكَّرُونَ

(Bahasa Indonesia)
kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu). Dari perut lebah itu ke luar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang memikirkan.

TOMCAT




TOMCAT 



1. MENGENAL TOMCAT


Klasifikasi taksonomi Tomcat (Paederus sp):

Phylum : Arthropoda

Kelas : Hexapoda

Ordo : Coleoptera

Famili : Staphylinidae

Genus : Paederus

Spesies : Paederus Littorarius, P. fuscipes, P.pereginus


Tomcat (disebut Tomcat karena mirip dengan pesawat Tomcat) digolongkan pada ordo Coleoptera (kelompok kumbang). Memiliki penampakan seperti semut (sering juga disebut di malaysia “semut charlie”) dengan panjang tubuh sekitar 1 cm, dan memiliki sepasang sayap namun tersembunyi. Badan berwarna oranye dengan bagian bawah perut (abdomen) dan kepala berwarna gelap. Ada 622 spesies yang menyebar di seluruh dunia. Spesies di Indonesia yang menyebabkan dermatitis adalah Paederus peregrinus. Masyarakat Indonesia biasa menyebut hewan ini dengan sebutan kumbang roveyang, semut semai, atau semut kayap. 

Paederus Peregrinus di Indonesia merupakan sebagai pemangsa (predator) hama-hama pada tanaman pertanian seperti wereng, dan lain-lain sehingga peranannya berguna untuk dipertahankan keberadaannya. Perkembang biakan Paederus dipengarui oleh musim karena Paederus berkembang biak di dalam tanah di tempat-tempat yang lembab, seperti di galangan sawah, tepi sungai, daerah berawa dan hutan. Paederus banyak ditemukan khususnya pada daerah tropis seperti Indonesia. 




2. PAEDERUS DERMATITIS


Beberapa tahun terakhir, dilaporkan adanya gangguan kesehatan Dermatitis Contact Irritant, yang diakibatkan oleh racun paederin (C25H45O9N) yang ada di badan serangga Tomcat, kecuali di sayap. 

Paederus Dermatitis adalah DKI akut yang disebabkan oleh iritan, salah satunya racun pederin yang berada di hemolimfe (darah kumbang) yang kemudian menyebabkan keluhan gatal, rasa panas terbakar, dan kemerahan pada kulit yang timbul dalam 12 - 48 jam setelah kulit terpapar pederin yang disekresikan oleh Genus Paederus (Al-Dhalimi, 2008). Kumbang ini tidak menggigit atau menyengat, namun tepukan atau gencetan pada kumbang di atas kulit akan memicu pengeluaran bahan aktifnya berupa pederin. Paparan secara langsung maupun tidak langsung (penyebaran toksin melalui tangan atau melalui handuk, baju, atau alat lain yang tercemar oleh racun serangga tersebut) (Gelmetic, 1993). 

Kulit yang terkena racun paederin (biasanya daerah kulit yang terbuka) dalam waktu singkat akan terasa panas, biasanya, setelah 24-48 jam akan muncul gelembung pada kulit dengan sekitar berwarna merah (erythemato-bullous lession) yang menyerupai lesi akibat terkena air panas atau luka bakar. Pada kasus yang jarang tidak menimbulkan gejala kulit yang berarti. Perlu dipastikan bahwa tidak ada riwayat terkena bahan kimia atau luka bakar. Lesi pada mata menyebabkan periorbital conjunctivitis atau keratoconjunctivitis dan dikenal dengan Naerobis Eye. Wabah dermatitis pernah dilaporkan juga di Australia, Malaysia, Srilangka, Nigeria, Kenya, Iran, Afrika Tengah, Uganda, Argentina, Brazil, Perancis, Venezuela, Ekuador dan India (Tjandra Yoga). 


3. PENANGANAN DERMATITIS

Sebagai langkah pengobatan dermatitis contact irritant, segera beri air mengalir dan sabun pada kulit yang bersentuhan dengan serangga ini; pastikan serangga ini tidak ada lagi untuk mencegah pertambahan lesi di kulit; kompres kulit dengan cairan antiseptik dingin seperti kalium permanganat bila sudah timbul lesi seperti luka bakar; bila lesi sudah timbul pecah, dapat diberi cream antibiotik dengan kombinasi steroid ringan; jangan digaruk atau ditaburi bedak agar tidak terjadi infeksi sekunder; beri antihistamin dan analgesik oral untuk simptomatis. 


4. PENCEGAHAN

  • Jika ada menemukan serangga ini jangan dipencet, agar racun tidak mengenai kulit, lalu masukkan ke plastik dengan hati-hati lalu buang ke tempat yang aman; Hindari terkena kumbang ini pada kulit terbuka;
  • Usahakan pintu tertutup dan bila ada jendela diberi kasa nyamuk untuk mencegah kumbang ini masuk;
  • Tidur menggunakan kelambu;
  • Lampu diberi jaring pelindung untuk mencegah kumbang jatuh ke manusia;
  • Jangan menggosok kulit dan atau mata bila kontak dengan serangga;
  • Lakukan inspeksi ke dinding dan langit-langit dekat lampu sebelum tidur. Bila menemukan, segera dimatikan dengan menyemprotkan racun serangga. Singkirkan dengan tanpa menyentuhnya;
  • Bersihkan lingkungan rumah, terutama tanaman yang tidak terawat yang ada di sekitar rumah yang bisa menjadi tempat serangga Paederus tinggal dan berkembang biak.



SUMBER : Kemenkes, 2012 & Agri Saraswati, 2013.

PERBEDAAN KECOA JERMAN DAN AMERIKA

PERBEDAAN KECOA JERMAN DAN AMERIKA


Dari nama kedua kecoa ini sudah jelas ada perbedaan yang mencolok, namun apakah kedua kecoa ini memang sangat berbeda secara morfologi nya, jawabannya adalah ya. Baca tulisan ini sampai selesai, anda akan sangat mudah membedakan mana kecoa Jerman dan mana kecoa Amerika.
Satu trik yang sangat mudah untuk kamu yang membaca tulisan ini, yang pertama kamu harus bisa membayangkan besarnya/tingginya rata-rata orang Jerman dan tidak untuk orang Amerika, biasanya tidak setinggi orang Jerman, dan sudah pasti tidak juga setinggi kita rata-rata orang Indonesia.
Untuk ukuran kedua kecoa ini malah sebaliknya, yaitu ukurang kecoa Jerman kecil kecil dan ukuran kecoa Amerika besar-besar. Ingat…. ! kecoa Jerman itu kecil kecil dan kecoa Amerika itu besar besar.


Gambar sebelah kiri adalah kecoa Jerman sedangkan sebelah kanan adalah kecoa Amerika.

Penjelasan Ilmiah
Bionomik dan Morfologi Kecoa Jerman dan Amerika


Taksonomi Kecoa
Kerajaan : Animalia
Kelas : Insecta
Infra Kelas : Neoptera
Ordo : Blattodea
Famili : Blaberidae, Blatellidae, Blattidae, Cryptocercidae, Polyphagidae, Nocticolidae
Kecoa adalah serangga dengan bentuk tubuh oval, pipih dorso-ventral. Kepala tersembunyi di bawah pronotum. Pronotum dan sayap licin, nampaknya keras, tidak berambut dan berduri. Berwarna coklat dan coklat tua.
Kecoa tergolong serangga yang tidak disukai kehadirannya oleh penghuni rumah, pemukiman dan perusahaan yang berkaitan dengan industri makanan. Sifat kecoa yang lincah, selalu berkeliaran mencari makanan pada malam hari (nokturnal) baik di rumah maupun di tempat-tempat kotor di luar rumah. Cara mencari makan demikian dikhawatirkan dapat menyebarkan penyakit pada manusia dengan meletakkan agen penyakit pada makanan, piring, peralatan memasak dan barang-barang lainnya.
Di Indonesia terdapat 2 jenis kecoa yang paling dominan yaitu kecoa Jerman dan kecoa Amerika (Periplaneta Germanica dan Periplaneta Americana). Di sampaing ada beberapa jenis lain yang jarang seperti Periplaneta Australiae, P. Brunnea dan Blatta Orientalis.

Bionomik Kecoa

Kecoa biasa berkembang biak cukup baik di lingkungan/gedung yang di dalamnya tersedia bahan makanan dan terlindung. Dapur komersil seringkali menjadi tempat perindukan ratusan dan ribuan kecoa dalam berbagai stadium. Kecoa dapat pindah dari suatu tempat ke tempat lain baik secara individu maupun dari kantung telur (ooteka) yang menempel pada kardus, tas/koper, furniture, bus, kereta api, kapal laut dan pesawat.

Prilaku kecoak

Kecoa pada umumnya dapat terbang, tetapi kebanyakan kecoa berjalan cepat, sangat aktif pada malam hari, kalau ada kecoa siang hari ini menandakan jumlah kecoa yang sangat banyak (overpopulasi). Kecoa termasuk pemakan segala (omnivor), kecoa memiliki sifat thigmotactic yaitu istirahat di dalam celah celah dinding dalam waktu lama (tiga perempat hari). Kecoa dewasa dan pradewasa seringkali istirahat dalam bentuk kelompok yang besar bersama-sama di celah yang sempit. Kecoak Jerman dewasa dapat bersembunyi dalam retakan yang lebar 1,6 mm, kecoak muda (nymph) cenderung tinggal di celah yang lebih sempit lagi agar terlindungi, biasanya kecoa ditemukan mengumpul di suatu sudut dan bergerak berjalan di sepanjang pinggiran dinding.

Tempat Perindukan

Kecoa menyukai tempat-tempat yang kotor, lembab dan sejuk seperti WC (kebanyakan kecoa Amerika), di bawah tumpukan barang barang, di gudang yang lembab dan berbau dan di tempat kotor lainnya.

Cara Hidup

Dengan tubuh yang pipih apabila merasa terganggu atau terancam kecoa akan menyembunyikan tubuhnya di celah yang sempit, kecoa juga dapat menggunakan cara lain untuk melindungi diri dari bahaya, yaitu mengeluarkan cairan berbau busuk.



 Morfologi Kecoa

1.    Caput (kepala)

Bagian kepala terdapat mulut, sepasang mata majemuk yang hanya dapat membedakan gelap dan terang. Di kepala juga terdapat sepasang antenna yang panjang (alat indera untuk mendeteksi bau-bau dan vibrasi di udara). Dalam keadaan istirahat kepalanya ditundukkan ke bawah pronotum yang berbentuk seperti perisai.

2.    Thoraks (dada)

Di bagian dada terdapat tiga pasang kaki dan sepasang sayap yang menyebabkan kecoa dapat terbang dan berlari dengan cepat. Terdapat struktur seperti lempengan besar yang berfungsi untuk menutupi dasar kepala dan saya di belakang kepala di sebut pronotum.

3.    Abdomen (perut)

Perut kecoa merupakan bagian system reproduksi. Pada ujung abdomen terdapat sepasang cerci yang berperan sebagai alat indera. Cerci berhubungan langsung dengan kaki melalui ganglia saraf abdomen (otak sekunder) yang penting dalam adaptasi pertahanan. Apabila kecoa merasakan adanya gangguan pada cerci maka kakinya akan bergerak lari sebelum otak menerima tanda-tanda atau sinyal.

KECOA AMERICA (Periplanetta Americana)

Berukuran panjang 35 – 40 mm dan lebar 13 – 15 mm, merupakan jenis kecoa yang paling besar. Bagian abdomen berwarna merah kecoklatan, pronotum berwarna kuning keruh dengan bercak coklat di bagian tengahnya. Bagian belakang abdomen mempunyai serkus yang relative panjang dan runcing seperti cemeti.

KECOA JERMAN (Periplanetta Germanica)

Kecoa berukuran kecil dengan panjang tubuh hanya 10 – 15 mm dan lebar hanya 4 - 5 mm, warna bagian abdomen coklat muda agak kekuningan, yang betina sedikit lebih tua warnanya dari pada jantan. Pronotumnya berwarna coklat, dari atas terlihat dua garis hitam memanjang. Dua garis ini juga terdapat pada stadium nimfanya. Nimfa berwarna coklat tua kehitaman bergerak cepat sangat aktif.

Sumber : Modul Materi Inti 4 KKP Makasar 2019

Lalat Hitam

Lalat Tentara Hitam Membawa Berkah





Lalat Hitam atau lebih dikenal dengan sebutan black soldier fly, kini sudah mulai memberi manfaat financial yang signifikan bagi sebagian masyarakat di Indonesia, bagaimana tidak, lalat ini menghasilkan manggot/larva nya yang memiliki nilai jual tinggi di pasaran, bahkan sekarang ini harga manggot lalat ini dihargai 10 juta rupiah per kilogramnya. 

Diketahui bahwa manggot lalat hitam ini selain dapat mengurai sampah organik juga bisa dimanfaatkan untuk pakan ternak ayam dan ikan.
Seperti halnya di Grumbul Larangan, Desa Sokawera, Kecamatan Cilongok Kabupaten Banyumas sebagian warganya sudah membudidayakan lalat hitam.

Lalat Hitam diketahui secara alami tidak membawa kuman yang berbahaya bagi kesehatan, jadi tidak ada ketakutan bagi masyarakat yang ingin membudidayakan lalat hitam ini.


Praktek Pengelolaan Sampah dengan BSF di Kabupaten Blora
Kepala Seksi Pengelolaan Sampah DLH Kabupaten Blora, Prih Hartanto menjelaskan Lalat Tentara Hitam tersebut tidak dilepas begitu saja. Namun diternak atau dikembangbiakkan dalam kawasan khusus terlebih dahulu.

Pengembangbiakkan lalat hitam ini untuk menghasilkan maggot atau belatung. Belatung dari lalat hitam inilah nanti yang akan bekerja untuk mengurai sampah, sehingga volume sampah akan berkurang dan mengurangi bau sampah.

Menurutnya, BSF (Black Soldier Fly) dikembangbiakkan di tempat yang disebut nursery. Setelah lalat bertelur, telur-telur tersebut dipisahkan dan ditempatkan di tempat berbeda untuk proses penetasan.

Setelah menetas dan berusia lima hari diletakkan pada sampah organik. Memasuki usia 10 hari, maka larva tersebut sudah dapat dipanen dan ditebarkan ke tumpukan sampah untuk bekerja mengurai sampah.

Di Kabupaten Blora setiap hari bertambah bisa segera terurai secara alami dengan menggunakan metode BSF.

Metode BSF efektif untuk mengurangi volume sampah di TPA, jadi metode ini bisa menjadi solusi permasalahan pengolahan sampah di Kabupaten Blora.

Di negara negara maju, pemanfaatan manggot dari lalat hitam ini sudah sangat populer dan diketahui berhasil, terutama dalam hal pengurangan dan penanggulangan sampah organik dan juga dimanfaatkan untuk pakan.

Praktek Pemanfaatan BSF di China

Zhang Zhijian, guru besar di fakultas lingkungan dan sumber daya alam Universitas Zhejiang mengatakan kini (2019) metode BSF mereka dapat mengolah sampah 3000 ton per tahun. 

Kepada harian The Beijing News, Zhang mengatakan, pasukan lalatnya saat masih berupa belatung amat menyukai sampah, kotoran manusia, dan buah-buahan busuk. Metabolisme mereka membantu proses pembusukan sampah yang akhirnya menghasilkan produksi turunan berupa pupuk dan makanan hewan "Saya memulai eksperimen ini pada 2014. 10 ton sampah bisa menghasilkan 1,2 ton lalat," kata Zhang kepada harian The Beijing News. Zhang mengatakan, saat peternakan lalat itu dibuka pertama kali pada 2016, tidak ada warga yang mau membuang sampah rumah tangganya ke tempat itu. Namun, berkat upaya pemerintah lokal mendorong upaya daur ulang sampah, kini peternakan lalat itu menampung 12 ton sampah sehari. 

Zhang menegaskan, seluruh proses daur ulang di tempat itu amat bersih dan aman. Sebab, lalat tidak mempawa patogen atau mikroorganisme. Lalat dewasa hanya minum air dan hidup hanya 10 hari. Sementara larva lalat atau belatung hanya makan sampah. Pada 2016, Zhang membangun tiga rumah kaca. Satu rumah kaca hanya digunakan untuk menghancurkan dan mengaduk sampah. Lalu, setelahnya probiotik dimasukkan ke dalam sampah yang sudah hancur itu untuk mengubahnya menjadi tempat telur lalat menetas menjadi belatung. Sementara rumah-rumah kaca lainnya berisi tumpukan nampan, yang berisi sampah rumah tangga yang sudah diolah untuk menampung belatung. Belatung di sampah itu kemudian tumbuh dengan mengonsumsi nitrogen, fosfor, dan minyak yang ada di dalam sampah. Lalu, kotoran mereka bisa diolah menjadi pupuk yang digunakan warga untuk menyuburkan tanaman. Sementara belatungnya, yang dijual dengan harga 10.000 yuan atau sekitar Rp 21 juta per ton bisa digunakan sebagai makanan ayam, ikan, udang, atau burung.


Sumber : Dari berbagai sumber (Kompas.com,news.okezone.com dll)