PENYAKIT TULAR VEKTOR DAN ZOONOTIK


PENYAKIT TULAR VEKTOR DAN ZOONOTIK


1. Neglected Tropical Diseases (NTD) : Filariasis, Schistosomiasis, Kecacingan

2. Emerging Infectious Diseases (EID) : Flu burung, MERSCoV, penyakit zoonosa baru lainnya

3. Penyakit berpotensi wabah : Malaria, DBD, Rabies, Antraks, Pes, Chikungunya, JE, Leptospirosis

I. PENYAKIT TULAR VEKTOR

A. MALARIA

Strategi Pengendalian Malaria

1. Akselerasi

Pengendalian Malaria di daerah endemisitas tinggi (Papua, Papua Barat, Maluku Utara, Maluku dan NTT), dengan cakupan seluruh wilayah dengan endemisitas tinggi, melalui :
  • Penemuan secara aktif melalui MBS (mass blood survey)
  • Kampanye kelambu berinsektisida secara massal
  • Penyemprotan dinding rumah (IRS) di desa dengan API >40%

2.Intensifikasi

Pengendalian Malaria di daerah FOKUS (tambang, pertanian, kehutanan, transmigasi, pengungsian, dll) bagi wilayah di luar KTI

3. Eliminasi

Malaria di daerah endemisitas rendah, melalui :
  • Penguatan surveilans migrasi
  • Pengamatan daerah reseptif

B. PENGENDALIAN ARBOVIROSIS :

  1. DBD
  2. JE
  3. Chikungunya

Program Unggulan Arbovirosis

1. Pemberdayaan Masyarakat dalam pelaksanaan PSN melalui :

     Gerakan 1 Rumah 1 Jumantik

2. Sistem Surveilans Sentinel Dengue (S3D)

3. Sistem Surveilans Japanese Encephalitis


Strategi Pengendalian Arbovirosis
  • Menggerakan dan memberdayakan M\masyarakat dalam pencegahan dan penanggulangan Arbovirosis
  • Meningkatkan akses masyarakat terhadap pelayanan (penemuan kasus/diagnosis dan tatalaksana kasus Arbovirosis) yang berkualitas
  • Meningkatkan surveilans spidemiologi (kasus, vektor, dan virologi) Arbovirosis
  • Meningkatkan sumber daya dalam pengendalian Arbovirosis

C. ELIMINASI FILARIASIS DAN KECACINGAN


BELKAGA :
  • Seluruh kab/kota yang belum melakukan POPM harus mulai pada tahun 2016
  • Cakupan yang diharapkan minimal 65% dari total penduduk
  • Penyuluhan yang efektif sebelum POPM filariasis, agar semua penduduk sadar untuk minum obat
  • Segera dibentuk KAPFI Provinsi dan Tim Ahli Pengobatan Filariasis Kab/Kota
  • Peningkatan upaya integrasi lintas sektor & lintas program


II. ZOONOSIS

Pengertian : 

WHO (2008):
Zoonosis adalah suatu penyakit dan infeksi yang ditularkan secara alami antara hewan vertebrata dan manusia. Penyebabnya bisa bakteri, virus, jamur atau penyebab penyakit menular lainnya

UU No.18 tahun 2009 tentang Peternakan & Kesehatan Hewan:
Zoonosis adalah penyakit yang menular dari hewan ke manusia atau sebaliknya

Perpres No.30 tahun 2011 tentang Pengendalian Zoonosis:
Zoonosis adalah penyakit yang dapat menular dari hewan kepada manusia atau sebaliknya.

Mengapa Zoonosis Penting

  1. 70% penyakit yang baru muncul atau muncul kembali (new emerging/re-emerging diseases): Avian Influenza (H5N1, H7N9); MERSCoV; Ebola Virus Diseases (EVD) adalah zoonosis
  2. Angka Kematian tinggi (50-90%), menyerang otak dan organ tubuh lainnya.
  3. Dampak terhadap Perekonomian
  4. Berpotensi menimbulkan wabah
  5. Batas/sekat wilayah: tidak ada lagi
  6. Sudah menjadi kebutuhan/tuntutan internasional/Public Health Emergency of International Concern
  7. Ancaman bioterorisme dari zoonosis (contoh: Antraks)


KEMENTERIAN KESEHATAN :
  1. FLU BURUNG
  2. RABIES
  3. ANTRAKS
  4. LEPTOSPIROSIS
  5. PES
  6. JE

PERPRES NO 30, TAHUN 2011
  1. FLU BURUNG
  2. RABIES
  3. PES
  4. ANTRAKS
  5. LEPTOSPIROSIS
  6. BRUCELLOSIS



No comments:

Post a Comment