FUMIGASI

FUMIGASI KAPAL LAUT
(DERATISASI)



DASAR HUKUM

n   UU No.1 tahun 1962 ttg Karantina Laut
n  UU No.4/84 ttg Wabah Penyakit Menular
n  UU No.36 tahun 2009 ttg Kesehatan
n  UU NO 17 tahun 2008 ttg Pelayaran
n  International Health Regulation 2005 revisi
n  Permenkes 2348/2011 pengganti No.356 tahun 2008 ttg Organisasi & Tata Kerja  Kantor Kesehatan Pelabuhan
n   Permenkes No. 34 tahun 2013 ttg Penyelenggaraan Tindakan Hapus Tikus dan Hapus Serangga di Pelabuhan, Bandara, PLBD

PENGERTIAN
Ò  Deratisasi adalah suatu upaya yang dilakukan untuk membebaskan alat angkut dari investasi rodent/tikus
Ò  Fumigasi Adalah suatu tindakan perlakuan (atau pengobatan) terhadap suatu komoditi/ space dengan menggunakan fumigant tertentu, didalam ruang kedap udara, pada suhu dan tekanan tertentu.
Ò  Fumigan Adalah suatu jenis pestisida (obat pembasmi hama) yang dalam suhu dan tekanan tertentu berbentuk gas, dan dalam konsentrasi serta waktu tertentu dapat membunuh hama (organisme pengganggu).

TATALAKSANA PENYEHATAN  KAPAL
1.       Bila Alat angkut datang dari negara terjangkit penyakit menular.
2.       Bila dari hasil pemeriksaan alat angkut ditemukan adanya faktor risiko
3.       Atas permintaan Nahkoda/pemilik kapal



ALAT DAN BAHAN FUMIGASI

NO
JENIS PERALATAN/ BAHAN
KEBUTUHAN
1
Bahan Fumigant
Sesuai dengan perkiraan ruangan yang di  akan gas
2
Gas Masker
Sesuai jumlah fumigator
3
Canester
Jenis sesuai dengan bahan fumigasnt Jumlah sesuai fumigator
4
Opener ( khusus gas HCN )
Sesuai jumlah kelompok
5
Sarung tangan
Sesuai jumlah fumigator
6
Detector
Minimal 1 buah
7
Tube detector
Jenis sesuai fumigant yang digunakan jumlah 3X detector
8
Kertas Perekat
Sesuaikan dengan kebutuhan
9
Lem
Sesuaikan dengan kebutuhan
10
Gunting/pisau
Minimal 1 buah
11
Alat tanda bahaya
Minimal 1 buah
12
Senter
Sesuai dengan jumlah kelompok
13
Alat pemadam kebakaran
Sesuai dengan jumlah kelompok
14
Kipas angin ( untuk kapal yang tidak berfentilasi )
Sesuai kebutuhan
15
Megaphone
1 buah
16
Kuas
Sesuai dengan jumlah penempel
17
Kain lap / majun
Sesuai kebutuhan
18
Pakaian kerja
Sesuai jumlah petugas
19
Obeng besar
Sesuan jumlah kelompok
20
Kunci Inggris
Sesuai jumlah tabung CH3Br
21
Tali temali
Sesuai kebutuhan
22
Selang kecil 1”
Sesuai kebutuhan
23
Kotak /tas P3K berisi :

- Amilnitrite
12 ampul
- Natrium nitrite    ( 10 cc –3% larutan )
2 ampul
- Natrium thiosulfate ( 50 cc ---25 % larutan )
2 ampul
- Spuit steril 50 cc dan jarum
1 bh
- Spuit steril 10 cc dan jarum
1 bh
- Selimut
Minimal 2 bh
- Pinset anatomis
1 bh
- Kapas / kasa steril
1 dos
- Alcohol 70%
100 cc
- Verban gulung 4”
1 Dos
- Gunting
Minimal 2 bh
 - Tensoplas
1 gulung
24
Boat ( khusus fumigasi di luar dam)
1 bh
25
Ambulan siaga disekitar area fumigasi
1 bh
26
P3K Kit Fumigasi CH3Br

1).Resusitator lengkap dengan tabung oksigen
1 set
2). Larutan garam isotonis ( Na CL 09%) atau ringer laktat.
3). Larutan Glukosa 5%

4). Disposibel syrinye dengan jarum

5). Natrium Bikarbonat 5%

6). Infus set
                              Seperlunya
7). Indotraceal Tube



CARA MENGGUNAKAN FUMIGANT

HCN ( Hidogen Cyanida ),
q setelah melakukan perhitungan jumlah volume kapal yang akan di gas, kemudian lakukan penempelan dan mengupayakan ruangan yang akan di gas kedap udara,
q Selanjutnya kapal di black out/ dipadamkan mesinnya, petugas pelempar gas ( Fumigator ) dengan menggunakan APD (alat pelindung diri khusus ) melakukan penyebaran HCN, yang berbentuk lempengan atau granule, ke bagian ruangan-ruangan secara merata.
q setelah 2 – 3 jam kemudian lakukan pembebasan gas, fumigator dengan APDnya melakukan pembukaan seal-seal kapal dan dibantu dengan blower kapal untuk mempercepat pengeluaran gas selama kurang lebih 1-2 jam.
q Perhatian gas HCN Sangat mematikan hanya yang menggunakan masker dan canister yang masíh baik yang boleh mendekati kapal yang sedang di fumigasi


 CH3Br ( Mathyl Bromida )
  • Ò setelah melakukan perhitungan jumlah volume kapal yang akan di gas, kemudian lakukan penempelan dan mengupayakan ruangan yang akan di gas kedap udara,
  • Ò Selanjutnya kapal di black out/ dipadamkan mesinnya, petugas   (Fumigator ) menuangkan gas dengan menggunakan APD (alat pelindung diri khusus ) yang terlebih dahulu meletakan ember-ember penampungan Ch3 Br cair di ruangan-ruangan, kemudian lakukan penyebaran Ch3Br, yang berbentuk cair  ke bagian ruangan-ruangan secara merata.
  • Ò Setelah 6 – 8 jam kemudian lakukan pembebasan gas, fumigator dengan APDnya melakukan pembukaan seal-seal kapal dan dibantu dengan blower kapal untuk mempercepat pengeluaran gas selama kurang lebih 1-2 jam.
  • Ò  Perhatian gas Ch3Br Sangat berbahaya hanya yang menggunakan masker dan canister yang masíh baik yang boleh mendekati kapal yang sedang di fumigasi, selain itu gas ini mempunyai sifat penetrasi yang Sangat tinggi dan bersifat kumulatif dalam tubuh maka, sebaiknya canister yang baik yang masíh digunakan bila perlu digunakan cukup satu kali.
  • Ò Cara pelepasan gas CH3Br selain menggunakan dituangkan ke ember-ember penampungan dalam ruangan kapal, ada cara lain yaitu menggunakan selang yang julurkan ke dalam kapal, Namur untuk kapal yang besar tidak efektif karena sering selang tersumbat oleh gumpalan/ bekuan cairan CH3Br.
  • Ò Selain itu ada juga dengan cara merebus cairan Ch3Br dalam tungku yang didalamnya terdapat selang kuningan/metal berspiral dan kemudian dialiri cairan CH3Br, sehingga yang keluar dari selang hanya gas CH3Br murni. Hal inipun Sangat efektif dilakukan pada container dan kapal yang berukuran kecil, Namur untuk kapal yang ukurannya besar agak kesulitan dalam distribusi gasnya.

SO2 ( Sulfur dioksida ),
  • Setelah melakukan perhitungan jumlah volume kapal yang akan di gas, kemudian lakukan penempelan dan mengupayakan ruangan yang akan di gas kedap udara,
  • Selanjutnya kapal di black out/ dipadamkan mesinnya, petugas (Fumigator) Membakar SO2 dengan menggunakan APD (alat pelindung diri khusus ) yang terlebih dahulu meletakan tungku-tungku  untuk pembakaran SO2 padat di ruangan-ruangan, kemudian lakukan pembakaran SO2, yang berbentuk padat  ke bagian ruangan-ruangan secara merata.
  • Setelah 8 – 10 jam kemudian lakukan pembebasan gas, fumigator dengan APDnya melakukan pembukaan seal-seal kapal dan dibantu dengan blower kapal untuk mempercepat pengeluaran gas selama kurang lebih 1-2 jam.
  • Perhatian gas ini berbahaya hanya yang menggunakan masker dan canister yang masíh baik yang boleh mendekati kapal yang sedang di fumigasi, selain itu gas ini mempunyai sifat Korosif pada bahan metal serta dapat menimbulkan iritasi pada mata dan tenggorokan bahkan pada konsentrasi tinggi akan menimbulkan odema paru bahkan kematian.

 PEMBEBASAN GAS

1. Kegiatan dilakukan oleh supervisor & fumigator diawasi oleh pengawas KKP
  • Membuka pintu utama, cerobong dan ventilasi bagian luar kapal
  • Kapal dibiarkan terbuka selama 30 – 60 menit
  • Membuka ventilasi/pintu bagian dalam kapal
  • Kapal kembali dibiarkan selama 30 – 60 menit

2. Bila ruangan mesin aman dari gas, pengawas dan supervisor meminta perwira mesin menghidupkan mesin (memakai masker)
3. Setelah mesin hidup semua orang keluar dari kapal
4. Satu jam kemudian (tergantung cuaca) memakai masker melakukan pengukuran konsentrasi gas dengan tube detector/lakmus
5. Supervisor, fumigator dan petugas lain mencari tikus serta membersihkan kapal dari sisa tempelan kertas disaksikan orang kapal
6. Bila sudah diyakini bebas gas tanpa masker, dibuat pernyataan bebas gas
7. Supervisor membuat laporan hasil fumigasi
8. Pengawas memerintahkan nakoda/perwira jaga menurunkan bendera VE dan melepas tanda bahaya

 TAHAP PENILAIAN DAN PELAPORAN
1.   perbandingan antara jumlah gas yang digunakan dengan gas yang disiapkan sesuai RPK.
2.   perbandingan antara jumlah tikus yang mati dengan perkiraan.
3.   identifikasi tikus yang mati.
4.   kematian hewan yang lain (lalat,Kecoa,dll)
5.   kejadian kecelakaan dan keracunan.
6.   kejadian kebocoran gas.
7.   kejadian pelanggaran terhadap ketentuan fumigasi kapal .
8.   disiplin dan keluhan para petugas dan ABK.

MASA POST FUMIGASI
q Kepala KKP meneliti laporan hasil pelaksanaan fumigasi yang disampaikan baik oleh Pengawas KKP maupun oleh Supervisor BUS.

q Bila telah diyakini keberhasilannya, kepala KKP memerintahkan kepada Kabid Karse/KaSie Karantina untuk memproses penerbitan SSCC bagi kapal tersebut dan pemungutan biaya PNBP (Non-Tax) 

No comments:

Post a Comment