SURVEILANS MIGRASI MALARIA

SURVEILANS MIGRASI MALARIA

Sementara pengertian Surveilans epidemiologi menurut Depkes RI (2003),  merupakan suatu proses pengamatan terus menerus dan sistematik terhadap terjadinya penyebaran penyakit serta kondisi yang memperbesar risiko penularan dengan melakukan pengumpulan data, analisis, interpretasi dan penyebaran interpretasi serta tindak lanjut perbaikan dan perubahan.
Sedangkan surveilans malaria menurut Depkes R.I (1998), adalah kegiatan terus menerus, teratur dan sistimatis dalam pengumpulan, pengolahan, analisis, interpretasi data malaria untuk menghasilkan informasi yang akurat yang dapat disebarluaskan dan digunakan sebagai dasar untuk melaksanakan tindakan penanggulangan yang cepat dan tepat sesuai dengan kondisi daerah setempat.
Surveilans migrasi adalah suatu strategi baru dalam upaya pemberantasan malaria yang bertujuan mengoperasionalisasikan Kebijaksanaan Departemen Kesehatan Rl dalam mengurangi insektisida yang selama ini digunakan sebagai alat utama untuk memberantas malaria, dengan program peningkatan kewaspadaan terhadap timbulnya malaria 21. Surveilans migrasi merupakan suatu sistem pencatatan, pelaporan dan pemantauan/ evaluasi terhadap perpindahan penduduk (mobilitas penduduk) baik yang datang maupun pergi ke luar wilayah, dilakukan secara terus menerus dan berkelanjutan. Metode atau cara yang dilakukan dalam survei migrasi adalah dengan penemuan penderita di masyarakat baik yang datang dan pergi dari daerah endemis malaria terutama yang menunjukkan gejala klinis malaria untuk diambil sediaan darah jari. Kegiatan ini dilakukan terutama di desa endemis dan reseptif malaria serta penduduknya banyak melakukan migrasi ke daerah endemis malaria. Kegiatan surveilans migrasi seharusnya dilaksanakan sepenuhnya oleh petugas kesehatan, pada kondisi tertentu diperlukan keterlibatan berbagai unsur aparat di semua tingkat administrasi, sampai pada peran aktif masyarakat.
Tujuan dilakukakannya Kegiatan Surveilans Migrasi Malaria:
1.      Meningkatkan penemuan Kasus Malaria secara dini bagi Penduduk Migrasi
2.      Mencegah terjadinya penularan malaria terutama yang berasal dari kasus import
3.      Memberikan pengobatan kepada penderita sesuai Standar
4.      Meningkatkan kerjasama baik lintas sektor dan program terkait termasuk Masyarakat

5.      Memantau pola musiman Migrasi Penduduk di Wilayah Resertif.

No comments:

Post a Comment