Showing posts with label Lalat. Show all posts
Showing posts with label Lalat. Show all posts

Entomologi Kesehatan

ENTOMOLOGI KESEHATAN

(PENGERTIAN ENTOMOLOGI DAN ENTOMOLOGI KESEHATAN)



Pengertian Entomologi

Entomologi terdiri dari dua pengertian , yaitu pengertian secara''etimologis''(asal usul kata) dan pengertian secara''simantik''(umum). pengertian entomologi secara etimologis berasal dari dua kata yaitu ''entomont'' yang artinya serangga dan ''logos'' artinya ilmu pengetahuan, sedangkan pengertian secara simantik adalah ilmu yang mempelajari tentang serangga.



 Pengertian Entomologi Kesehatan


Entomologi kesehatan adalah cabang ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang artropoda yang dapat menyebabkan penyakit secara langsung berbagai penyakit pada manusia atau sebagai penular mikroorganisme penyebab penyakit dari seorang ke orang lain.



Pengertian Entomologi Kesehatan Dalam Bahasa Inggris


  • Entomology 
It is a science that deals with the study of arthropods in general, and incorporates sciences like zoology, biology, parasitology and micro-biology.

  • Medical entomology :
Branch of entomology which deals with arthropods which affect the health and well-being of man and veterbrate animals.

In other words, medical entomology is the medical science directly concerned with vectors that affect human and animal health.




Pengertian Vektor


PENGERTIAN VEKTOR


Pengertian Vektor sesuai dengan Permenkes No. 374/Menkes/Per/III/2010
Vektor adalah artropoda yang dapat menularkan, memindahkah dan/atau menjadi sumber penular penyakit terhadap manusia.

Pengertian Vektor Menurut WHO 

Vektor adalah organisme hidup yang dapat menularkan penyakit menular antara manusia atau dari hewan ke manusia. Banyak dari vektor ini adalah serangga penghisap darah, yang memakan mikroorganisme penghasil penyakit selama makan darah dari inang yang terinfeksi (manusia atau hewan) dan kemudian menyuntikkannya ke inang baru selama makan darah berikutnya.

Pengertian Vektor menurut para Ahli 

Pengertian vektor penyakit adalah organisme hidup yang dapat menularkan agent penyakit dari satu hewan ke hewan lain atau ke manusia. Penularan penyakit pada manusia melalui vektor berupa serangga dikenal sebagai vectorborne disease (Chandra, 2007).

Vektor penyakit merupakan arthropoda yang berperan sebagai penular penyakit sehingga dikenal sebagai arthropod borne diseases atau sering juga disebut sebagai vector borne diseases yang merupakan penyakit yang penting dan seringkali bersifat endemis maupun epidemis dan menimbulkan bahaya bagi kesehatan sampai kematian.

Penularan penyakit yang disebabkan oleh vektor kepada manusia dapat dibedakan atas dua cara, yakni (Azwar, 1995): 

Penyebaran secara biologi, yang disebut pula penyebaran aktif. Disini bibit penyakit hidup serta berkembang biak di dalam tubuh vektor dan jika vektor tersebut menggigit manusia, maka bibit penyakit masuk ke dalam tubuh sehingga timbul penyakit. Contoh : nyamuk. 

Penyebaran secara mekanik, disebut juga penyebaran pasif, yakni pindahnya bibit penyakit yang dibawa vektor kepada bahan-bahan yang digunakan manusia (umumnya makanan), dan jika makanan tersebut dimakan oleh manusia maka timbul penyakit. Contoh : lalat 

Serangga seperti nyamuk, pinjal, tungau, dan kutu dapat menyebabkan berbagai macam penyakit pada manusia. Untuk itu kita harus selalu mejaga kebersihan dan berupaya untuk mengendalikan  serangga tersebut sebelum menjadi vektor berbagai penyakit tersebut. 

Nyamuk adalah vektor penyakit yang paling terkenal. Vektor lainnya termasuk di dalamnya seperti kutu, lalat, lalat pasir, kutu, triatomine bug dan beberapa siput akuatik air tawar. (WHO)

Vektor Utama Penularan Penyakit

Beberapa Jenis Vektor yang sering berperan menyebabkan atau menularkan penyakit pada manusia diantaranya sebagai berikut :

Aedes
Chikungunya
Dengue fever
Lymphatic filariasis
Rift Valley fever
Yellow fever
Zika

Anopheles
Malaria
Lymphatic filariasis

Culex
Japanese encephalitis
Lymphatic filariasis
West Nile fever

Lalat Pasir
Leishmaniasis
Sandfly fever (phelebotomus fever)

Kutu
Crimean-Congo haemorrhagic fever
Lyme disease
Relapsing fever (borreliosis)
Rickettsial diseases (spotted fever and Q fever)
Tick-borne encephalitis
Tularaemia
Kutu Triatomine 
Chagas disease (American trypanosomiasis)

Lalat Tsetse 
Penyakit Tidur (African trypanosomiasis)

Pinjal 
Plague (transmitted by fleas from rats to humans)
Rickettsiosis

Lalat Hitam
Onchocerciasis (river blindness)

Siput 
Schistosomiasis (bilharziasis)

Kutu Rambut
Typhus and louse-borne relapsing fever