Contoh Laporan Pengendalian Vektor Embarkasi dan Debarkasi Haji Tahun 2019

PENGENDALIAN VEKTOR PADA MUSIM HAJI 

EMBARKASI DAN DEBARKASI  ACEH 2019





1. Pengendalian Vektor di Asrama Haji Banda Aceh

Pengendalian Vektor di Asrama Haji Banda Aceh pada saat Embarkasi dilakukan dengan beberapa kegiatan diantaranya :


a. Pengamatan dan pengendalian jentik nyamuk Aedes

   Pengamatan/survey dan pengendalian jentik nyamuk Aedes sudah mulai dilakukan pada saat pra embarkasi yaitu seminggu sebelum pelaksanaan embarkasi haji. Pengamatan dilakukan diseluruh bangunan di lingkungan Asrama Haji, di dalam maupun di luar bangunan dengan cara observasi pada seluruh tempat-tempat penampungan air; bak mandi, bak wc, drum, ember,  dispenser, kaleng bekas, botol bekas dll. Pengamatan dilakukan dengan melihat keberadaan jentik Aedes secara detail setiap container (tempat penampungan air) yang ditemukan. Hasil yang didapatkan diisi kedalam form pengamatan jentik Aedes sesuai SOP. Setelah selesai seluruh bangunan diperiksa baik di luar maupun di dalam bangunan kemudian dilakukan perhitungan tingkat kepadatan jentik Aedes. Setelah didapatkan hasil pengamatan dan dibuatkan dalam bentuk laporan hasil pengamatan jentik dan terakhir pembuatan surat rekomendasi tindak lanjut. 


b. Pengendalian nyamuk dewasa (Pengasapan/Fogging)


   Kegiatan Fogging (Pengasapan) ini dilakukan setelah terlebih dahulu dilakukan survey atau pengamatan jentik nyamuk dan survey nyamuk dewasa. setelah indeks kepadatan jentik didapatkan dan diketahui melebihi standar yang dibenarkan maka dilakukan upaya pengendalian nyamuk dengan pengasapan (fogging). Fogging ini diharapkan nyamuk infektif dewasa (vektor) dapat diputuskan mata rantainya sehingga tidak terjadi penularan penyakit dari dan oleh vektor dimaksud di wilayah pengendalian. 
     

c. Pengamatan dan pengendalian tikus

      Pengamatan dan pengendalian tikus, kegiatan ini dimulai dengan dilakukan pengamatan tanda tanda keberadaan tikus di seluruh ruangan/bangunan di asrama haji, terutama di tempat penginapan (Gedung Madinatul Hujjaj dan Muzdalifah) dan juga dapur asrama haji, setelah dilakukan pengamatan tanda tanda keberadaan tikus dan diketahui tempat tempat yang terdeteksi keberadaan tikus, kegiatan selanjutnya adalah dilakukan pemasangan perangkap tikus sebagai upaya pengendalian tikus di lingkungan asrama haji Banda Aceh. Dari hasil pengamatan awal dan tanya jawab dengan petugas room boy didapatkan bahwa di gedung Madinatul Hujjaj paling banyak terdapat tanda-tanda kehidupan tikus karena banyak taik tikus ditemukan di lantai, ada lobang dari sudut langit-langit (loteng) dan juga ada beberapa sofa yang lobang bekas gigitan tikus.
        Pengendalian tikus dengan pemasangan perangkap dilakukan di Gedung Asrama Jamaah Laki-Laki (Madinatul Hujjaj), Gedung Asrama Jamaah Perempuan (Muzdalifah) dan juga di Dapur Asrama Haji. Setelah dilakukan pemasangan perangkap 4 hari berturut-turut dan setiap malamnya dilakukan pemantauan perangkap untuk memastikan tikus yang tertangkap dan juga memastikan umpan yang digunakan harus diganti atau belum. Selama 4 hari pemasangan perangkap tidak ada tikus yang tertangkap. 





d. Pengamatan/survey nyamuk annopheles 

       Selain melakukan malakukan pengamatan jentik nyamuk Ae. aegypti juga dilakukan pengamatan/survey nyamuk Annopheles dewasa. Kegiatan ini dilakukan 1 minggu sebelum pelaksanaan Embarkasi Haji Banda Aceh. Kegiatan ini dilakukan mulai dari jam 18.00 s.d 24.00 dengan umpan badan. Kegiatan ini dilakukan untuk mengetahui keberadaan dan densitas nyamuk Annopheles dewasa di wilayah perimeter Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas III Banda Aceh pada saat operasional haji yaitu di Embarkasi Haji Banda Aceh. Dari pengamatan yang dilakukan oleh 8 orang petugas selama waktu tersebut di atas tidak ditemukannya nyamuk Annopheles dewasa, baik yang landing di badan maupun yang resting di dinding (MBR dan MHD = nol). 

e. Pengamatan dan pengendalian lalat 

    Pengamatan lalat dilakukan dengan menggunakan alat survey fly grill dan dilakukan dilokasi Dapur dan di TPS (Tempat Pembuangan Sampah Sementara). Pengamatan Lalat ini dilakukan setiap hari selama pelaksanaan Embarkasi Haji Banda Aceh. Setiap hari hasil dari pengamatan lalat di evaluasi oleh petugas entomolog yang ditunjuk. Apabila hasil pengamatan lalat didapatkan density lalat lebih dari nilai ambang batas sesuai PMK No. 50 tahun 2017 maka langsung dilakukan pengendalian dengan menggunakan insektisida khusus untuk lalat. Selain penggunaan insektisida lalat ini juga dilakukan upaya pencegahan dari akses lalat dengan menggunakan tirai di pintu masuk dapur sehingga menghalangi lalat untuk dapat masuk ke dapur. Selain kegiatan secara fisik di atas juga dilakukan upaya pengendalian lalat dengan menggunakan kertas perekat lalat, kertas perekat lalat ini disediakan oleh pemenang katering dan dilakukan oleh petugas kesehatan lingkungan di perusahaan katering tersebut dibawah bimbingan petugas kesehatan pelabuhan kelas III Banda Aceh. 

2. Pengendalian Vektor di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda







           Sama halnya dengan rangkaian kegiatan pengamatan dan pengendalian vektor di Asrama Haji Banda Aceh, kegiatan yang sama juga dilakukan di Bandara Internasional Iskandar Muda Blang Bintang Banda Aceh.
Kegiatan pengamatan dan pengendalian vektor yang dilakukan di Bandara Internasional Iskandar Muda Blang Bintang Banda Aceh dapat disebutkan sebagai berikut:
- Pengamatan dan Pengendalian vektor penyebab DBD/Yellow Fever
- Pengamatan/survey nyamuk Annopheles 
- Pengamatan dan Pengendalian vektor lalat
- Pengamatan dan Pengendalian vektor tikus
- Pengamatan dan Pengendalian Vektor di dalam Pesawat (Disinseksi)

         Khusus untuk kegiatan terakhir (Disinseksi Pesawat) biasanya langsung dilakukan oleh awak kabin atau crew pesawat yang bersangkutan dan bukti pelaksanaanya diberikan/ditunjukkan kepada petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan yang bertugas mengawasi vektor di pesawat tersebut. 

      Demikianlah rangkaian kegiatan pengamatan dan pengendalian vektor yang dilakukan petugas KKP Kelas III Banda Aceh selama pelaksanaan kegiatan embarkasi dan debarkasi Haji tahun 2019. 

KUASA ALLAH



KUASA ALLAH
SERANGGA DALAM AL QURAN


NYAMUK DALAM AL QURAN


-Surat Al-Baqarah, Ayat 26


إِنَّ ٱللَّهَ لَا يَسۡتَحۡيِۦٓ أَن يَضۡرِبَ مَثَلٗا مَّا بَعُوضَةٗ فَمَا فَوۡقَهَاۚ فَأَمَّا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ فَيَعۡلَمُونَ أَنَّهُ ٱلۡحَقُّ مِن رَّبِّهِمۡۖ وَأَمَّا ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ فَيَقُولُونَ مَاذَآ أَرَادَ ٱللَّهُ بِهَٰذَا مَثَلٗاۘ يُضِلُّ بِهِۦ كَثِيرٗا وَيَهۡدِي بِهِۦ كَثِيرٗاۚ وَمَا يُضِلُّ بِهِۦٓ إِلَّا ٱلۡفَٰسِقِينَ


(Bahasa Indonesia)
Sesungguhnya Allah tiada segan membuat perumpamaan berupa nyamuk atau yang lebih rendah dari itu. Adapun orang-orang yang beriman, maka mereka yakin bahwa perumpamaan itu benar dari Tuhan mereka, tetapi mereka yang kafir mengatakan: "Apakah maksud Allah menjadikan ini untuk perumpamaan?". Dengan perumpamaan itu banyak orang yang disesatkan Allah, dan dengan perumpamaan itu (pula) banyak orang yang diberi-Nya petunjuk. Dan tidak ada yang disesatkan Allah kecuali orang-orang yang fasik.


LALAT DALAM AL QURAN

-Surat Al-Hajj, Ayat 73

يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ ضُرِبَ مَثَلٞ فَٱسۡتَمِعُواْ لَهُۥٓۚ إِنَّ ٱلَّذِينَ تَدۡعُونَ مِن دُونِ ٱللَّهِ لَن يَخۡلُقُواْ ذُبَابٗا وَلَوِ ٱجۡتَمَعُواْ لَهُۥۖ وَإِن يَسۡلُبۡهُمُ ٱلذُّبَابُ شَيۡـٔٗا لَّا يَسۡتَنقِذُوهُ مِنۡهُۚ ضَعُفَ ٱلطَّالِبُ وَٱلۡمَطۡلُوبُ

                                                           (Bahasa Indonesia)
Hai manusia, telah dibuat perumpamaan, maka dengarkanlah olehmu perumpamaan itu. Sesungguhnya segala yang kamu seru selain Allah sekali-kali tidak dapat menciptakan seekor lalatpun, walaupun mereka bersatu menciptakannya. Dan jika lalat itu merampas sesuatu dari mereka, tiadalah mereka dapat merebutnya kembali dari lalat itu. Amat lemahlah yang menyembah dan amat lemah (pulalah) yang disembah.


RAYAP DALAM AL QURAN



-Surat Saba', Ayat 14


فَلَمَّا قَضَيۡنَا عَلَيۡهِ الۡمَوۡتَ مَا دَلَّهُمۡ عَلٰى مَوۡتِهٖۤ اِلَّا دَآ بَّةُ الۡاَرۡضِ تَاۡ كُلُ مِنۡسَاَتَهُ ۚ فَلَمَّا خَرَّ تَبَيَّنَتِ الۡجِنُّ اَنۡ لَّوۡ كَانُوۡا يَعۡلَمُوۡنَ الۡغَيۡبَ مَا لَبِثُوۡا فِى الۡعَذَابِ الۡمُهِيۡنِ

                                                           (Bahasa Indonesia)
Maka tatkala Kami telah menetapkan kematian Sulaiman, tidak ada yang menunjukkan kepada mereka kematiannya itu kecuali rayap yang memakan tongkatnya. Maka tatkala ia telah tersungkur, tahulah jin itu bahwa kalau sekiranya mereka mengetahui yang ghaib tentulah mereka tidak akan tetap dalam siksa yang menghinakan. 


LEBAH MADU DALAM AL QURAN



-Surat An-Nahl, Ayat 65

وَٱللَّهُ أَنزَلَ مِنَ ٱلسَّمَآءِ مَآءٗ فَأَحۡيَا بِهِ ٱلۡأَرۡضَ بَعۡدَ مَوۡتِهَآۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَأٓيَةٗ لِّقَوۡمٖ يَسۡمَعُونَ

(Bahasa Indonesia)
Dan Allah menurunkan dari langit air (hujan) dan dengan air itu dihidupkan-Nya bumi sesudah matinya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang mendengarkan (pelajaran).


-Surat An-Nahl, Ayat 69

ثُمَّ كُلِي مِن كُلِّ ٱلثَّمَرَٰتِ فَٱسۡلُكِي سُبُلَ رَبِّكِ ذُلُلٗاۚ يَخۡرُجُ مِنۢ بُطُونِهَا شَرَابٞ مُّخۡتَلِفٌ أَلۡوَٰنُهُۥ فِيهِ شِفَآءٞ لِّلنَّاسِۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَأٓيَةٗ لِّقَوۡمٖ يَتَفَكَّرُونَ

(Bahasa Indonesia)
kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu). Dari perut lebah itu ke luar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang memikirkan.